Tuesday, July 18

Monkey Mind

Apa itu ? Tarik mundur kebelakang dulu deh ya,... pada saat kita memejamkan mata sejenak untuk rehat dari berbagai aktifitas seringkali di pikiran kita akan langsung terlintas berbagai hal. Dari mulai kerjaan kantor yang belum selesai, cicilan macam-macam, uang sekolah anak yang terpakai untuk keperluan lain, mertua yang menggemaskan, dan seterusnya, dan seterusnya. Inilah kegelisahan yang kita ciptakan sendiri. Hal itu disebut Monkey Mind. Silih berganti hadir, berloncatan kesana kemari, memenuhi isi kepala. Apalagi kini distraksi pikiran menggila dengan berbagai informasi yang tiba lewat gawai di tangan kita. Kusut pikiran adalah ancaman harian di era kontemporer ini.

Bagi yang belajar meditasi, ada berbagai hal untuk mengatasi Monkey Mind ini. Bisa dengan memperhatikan nafas atau membayangkan warna kesukaan hingga pikiran kita hening, bebas dari hiruk pikuk anxiety menuju ketenangan pikiran. Ketenangan pikiran penting sekali bagi kaum urban. Kenapa penting ? Karena ketenangan pikiran akan membawa emosi yang stabil. Emosi yang stabil adalah modal bagi hidup yang produktif. Produktifitas adalah keyword bagi manusia masa kini.

Jadi bisa kebayang seberapa akrab Monkey Mind sama para praktisi meditasi kan ? 
Seorang sahabat pernah bilang, meskipun kita sering berlatih meditasi, Monkey mind ini akan tetap ada. Salah satu cara untuk berdamai adalah dengan menjinakkannya. Ya, melatih mengendalikan pikiran. Sounds good, but never been easy. Singkatnya, untuk melatih menjinakkan pikiran adalah melatih mindfulness.

Melatih diri untuk sadar penuh, hadir utuh, di sini dan di saat ini. Belajar untuk memberikan jeda atau tuma’ninah agar betul-betul sadar atas apa yang sedang kita lakukan. Latih merasakan nafas. Bernafaslah seperti biasa apa adanya tanpa harus ada yang dipanjangpendekkan, namun pastikan anda merasakan betul nafas yang anda lakukan. Latihan menyadari keberadaan pikiran, ketika muncul suatu pikiran, sadari saja dan beri waktu pikiran tersebut untuk muncul dan ikuti. Dalam kondisi latihan hal ini tidak menjadi soal, justru keberadaan Monkey mind bisa menjadi sarana berlatih. Latihan memaksimalkan panca indera. Latihan ini sangat sederhana sekali, anda hanya harus ; Saat makan, sadari bahwa anda sedang makan dan rasakan sepenuhnya / nikmati makanan yang anda makan. Jangan melamun saat makan. Ketika anda duduk, rasakan keberadaan diri anda yang sedang duduk secara sadar penuh dan hadir utuh, “disini dan di saat ini” atau present moment. Berfokus pada detail apapun yang anda lakukan tanpa larut. Misal saat menulis, perhatikan apa yang anda tulis, lihat pena yang menari-nari di atas kertas dan tinta yang tertoreh di atasnya. Jika ada aroma, hirup baunya dan rasakan jemari yang menggenggam pena tersebut.


Selamat menjinakkan pikiran ya !



Source : Berbagai Sumber.


Tuesday, February 21

Pengalaman Operasi Mata di Cicendo #4


Assalamualaikum !

hmmm.. maaf kelamaan updatenya, heuheu... oke lanjut ceritanya ya...


27 September 2016

Saya inget banget dipanggil suster di Ruang Dahlia itu jam 10 pagi.  Lalu saya digiring pake kursi roda oleh suster menuju gedung lain, lalu ke lantai 6. Suami masih ikut mendampingi. Sesampainya di lantai 6, mulai degdegan. karena suasananya terang dan dingin bener. Kita diminta ganti baju, pake baju operasi. Sampai disini aja pendamping boleh nemenin. Setelah itu saya diminta masuk ruangan lain, dan ternyata antriiii lagiiiii dooong... kirain bakal langsung tindakan.  saya duduk paling belakang, di depan saya ada lebih dari 20 orang yang lagi nunggu untuk operasi.. hmmfftt... Oia, jilbab dibuka, kita dikasih penutup kepala doang.. ini bikin baper, karena leher keliatan, saya nangis pelan mengutuki prosedur ini.. Alloh tidak tidur. Semoga saya diampuni.

Balik ke cerita, setelah nunggu 20 menitan, nama saya dipanggil, ternyata untuk diinfus, entah dikasih infusan apa saya udah gak konsen bawaannya pingin cepetan aja ini operasinya. Abis diinfus kita duduk lagi dengan selang menjuntai layaknya pesakitan. Nunggu dan nunggu lagi.... saya liat saya orang terakhir yang operasi hari itu. Nama saya dipanggil jam 12 siang, masih pakai kursi roda saya digiring suster ke ruang operasi klo gak salah ruangannya no.8... melintasi beberapa kamar operasi dengan dinginnya AC yang makiiin dingin bikin gak nyaman. Disini saya ketemu dengan kakak ipar yang qodarullah jadi dokter anestesi saya. Beliau meminta saya untuk tenang, rileks, dan banyak berdoa. gak lama pintu operasi kebuka lebar. Ruangannya besar dan gelap (yang saya rasain), lalu saya pindah ke kursi operasi, mirip kursi klo kita ke dokter gigi. Terdengar suara dokter SH, beberapa suster. Dan akhirnya dokter anestesi kedua bilang "Halo ibu Tessi, sebentar lagi akan dibius ya tapi lokal aja ya, kalo kerasa sakit segera bilang, banyak doa ya bu, mohon kerjasamanya ya" saya cuma bisa ngangguk. Sebelum saya dibaringkan, saya inget banget depan saya jam digital warna merah segede gaban menunjukan jam 12:00:17.

Sempet kaget juga ternyata pake bius lokal dan benar dugaan saya, kita dioperasi secara sadar. Bisa dibilang ini operasi cepet banget. telinga saya 100% denger semua percakapan yang berlangsung. dari mulai "Duh laper ih", "Ambil bvdf*&^$#@!" (obat keknya), "Kenapa sih baru sekarang ketemu", "Dasar ya dokter mah sok aya aya wae" dan lain sebagainya. Saya ? Alhamdulillah gak ngerasain sakit sama skali, cuma saya tau dan kerasa banget ada banyak tangan yang buka mata dan menyayat lensa mata saya, karna saya dilarang berkedip ! Gak lama saya denger "Alhamdulillah operasinya sudah berhasil ya bu Tessi" saya cuma bisa berdoa. begitu posisi badan saya didudukan kembali, saya liat jam depan saya menunjukan 12:15:08. Ya, Operasi katarak saya 15 menit. 15 menit untuk 7 bulan penantian. Alhamdulillah.

Read Carefully ya... ini benar adanya pemirsa.

Saya bisa bilang, Pasca operasi ini yang justru sungguh menyiksa. Sing lancar dan dikuatkan kesabarannya ya !

Ini obat diminum pra sampai pasca operasi dan obat ini yang bikin pipi saya kyk kena beri-beri. bapau lewat. Saya ngalamin pipi super jibeuh selama 5 bulan. 

Ini obat tambahan tetes pasca operasi. Gak perih sama sekali, malah nyegerin mata.
Pasca operasi, saya inep 1 hari. Jadi tanggal 29 September, saya pulang. Kontrol pasca operasi katarak adalah sehari setelah operasi, 3 hari setelahnya, 1 minggu setelahnya, 2 minggu setelahnya, 1 bulan setelahnya, sampai 2 bulan setelahnya.

Pada kunjungan saya ke 4 kalinya, yaitu kontrol mata 1 bulan setelah pasca operasi, saya mulai koreksi mata. Dilihat plus / minus nya. Dari bagian infeksi kita akan dapat surat pengantar untuk ke bagian refraksi di lantai 3. dibagian refraksi kita ikutin beberapa macem test. Entah namanya test apa aja, tapi sepertinya sudah prosedural. Dibagian ini gak begitu lama antrinya, Alhamdulillah. Final resultnya kita dapet 2 lembar kertas kecil. Yang 1 resep ukuran kacamata, yang 1 nya lagi surat keterangan Membutuhkan-Kacamata. Seperti ini,

Begitu surat ini ditangan rasanya lega bener...


Alhamdulillah kunjungan berobat saya ke Cicendo berakhir tangal 16 Februari 2017 kemarin. Dengan kondisi mata kanan yang semakin membaik, dan berfungsi dengan sebagaimana mestinya. In Shaa Alloh.

Semoga ke-4 postingan pengalaman saya bisa diambil pelajarannya ya, untuk yang akan dan sedang berikhtiar, in shaa Alloh. Semoga semua urusan dimudahkan, dan diberikan kekuatan untuk bersabar ngejalanin ikhtiarnya. Aamiin.


Monday, January 30

Pengalaman Operasi Mata di Cicendo #3

Assalamualaikum, selamat pagi !

lanjutin ceritanya lagi yaa...

Cek mata terakhir sama Dokter SH yang dari awal nanganin saya, karena beliau sendiri yang akan operasi mata saya. Bad newsnya adalah katarak saya semakin parah tapi infeksi udah gak ada dan bola mata sudah tenang, jadi bisa operasi segera.

Nah, prosedur operasi mata ini yang ternyata gak sesimple yang saya pikirin. Kita akan dihadapi dengan rangkaian test lab, heuheu... berdamai sejenak dengan jarum suntik yah... dari mulai cek darah & gula darah, tes urin, foto thorax, rekam jantung,  biometrik, cek penyakit dalam, sampei yang terakhir adalah anestesi. Semuanya gak seharian. Karena keburu tutup lab nya, jadi makan waktu  2 hari.
Tiap test ada beberapa yang hasilnya bisa langsung diambil. Jadi ngakalinnya dihari pertama kita cek yang hasilnya kudu diambil esok hari, kyk foto thorax di Radiologi, sama cek urin & darah.
Jadi pas hari ke-2 semua data penunjang operasi kita udah lengkap. Lanjut ke bagian yang nanganin kita, kasus saya ke Dokter residen bagian Infeksi. Dari situ kita mulai deh dijelasin prosedur pra operasinya... kyk misalnya :
1. Harus nginep sehari sebelum tanggal operasi.
2. Puasa 8 jam sebelum operasi.
3. Bawa dokumen seperti : Surat Rujukan dari RS sebelumnya, Kartu BPJS, KTP.
4. Bawa Hasil Foto Thorax sebelum operasi. [Hasil lab 7 test yang lain langsung ditaruh di map rekam medis kita kecuali hasil foto thorax kita, dunowhy..]
5. Mengisi data di buku [Nama, No hp, Tanggal Operasi, TTD]
Setelah proses diatas, kita akan diantarkan ke bagian Admission Center di sebelah kanan Pintu Masuk Poli Reguler [Ruangannya kaca semua], disana kita akan diserahkan untuk ngurusin kamar [kosong enggaknya] untuk kita nginep sehari pra operasi [tentunya sesuai kelas BPJS].

Salah satu contoh hasil test darah

Disinilah tempat kita disuntik dan difoto. Bagian Radiologinya dibelakang ya..

Tempat nunggu hasil Lab. ini kalau diperhatikan masih gedung lama Cicendo

Ini dia ruangan Admission Center. Di lantai dasar sebelah kanan Pintu Masuk Poli Reguler ya... Karena ruangannya kaca semua jadi silauuuu.....

Kalau ini bagian kita dicek Penyakit dalam. Sebelumnya kita ditensi dulu di meja Item kecil situ sama Perawatnya.

Ruang pemeriksaan Lab. Saya lupa dicek apanyah... saking banyak cek ini itu jadi aselik lupa.. maap. Heu..

Disini cek rekam jantung sama biometrik (kalo gak salah)

Sekali lagi, siapkan waktu 2 hari full kosong untuk  melengkapi prosedur operasi mata ini ya... karena setiap cek ini itu pasti antri dan makan waktu. Kalau mo sholat, disediakan Mesjid di sebelah gedung Cicendo. Cukup besar koq jadi keliatan langsung dari Lapangan parkir Motor&Mobil.

Setelah semuanya beres di bagian Admission Center, kita datang untuk tindakan Operasi.  Seperti biasa kita dateng ke RS Cicendo, print no antrian untuk ke loket pendaftaran [3 hari sebelumnya saya sudah SMS, jadi begitu dateng langsung dicetak sama bu Satpamnya], setelah dari loket pendaftaran kita dapet kaertas kuning, lanjut ke bagian Admission Center. Dari situ kita nunggu antrian untuk dipanggil melengkapi dan memastikan data dengan benar, gak lama kita diantar oleh pegawainya ke Ruangan tempat kita akan menginap.



Setelah sampe ke ruangan, mulei deh baper hehehhehe... karna sepiiiii, dingiiin, gak boleh keluar ruangan, makan juga gak napsu, pinginnya lekas operasi ajah gituh, kangen anak-anak dirumah #ehjadicurhat Ya aktifitas sehari sebelum operasi mah ; kita isi formulir gitu, ada kolom golongan darah, ditensi lagi, diukur beratbadan, tinggi badan, dll, dikontrol sama dokter residen, ditandai mata sebelah mana yang akan dioperasi, dijelaskan tentang puasa 8 jam. Cerita sedikit tentang puasa 8 jam itu yah, jadiii.. kita tidur malam seperti biasa, jangan lupa obat tetesnya ya.. nanti jam 2 pagi kita sahur sendiri, begitu jam 3 pagi saya harus sudah puasa, karena jadwal operasi untuk saya kemarin adalah jam 11 siang. 

Sampailah dihari yang menegangkan dinantikan ....

27 September 2016

Akhirnya setelah 7 bulan berobat jalan, saya maju untuk operasi mata. Sebagian dari saya lega, sebagian lagi cemas. Gak kebayang operasi mata macam mana, tapi buka youtube mo liat operasi mata juga skeri sendiri jadi gak pernah buka heuheu... kebayangnya operasi otak yang pernah saya tonton di Grey's Anatomy kita secara sadar dan tetap berkomunikasi... biusnya kek manaaahhh... bisa ngedip gaaaak... oke mulai lebay..

Dibawa pake kursi roda sama suter lewatin ini, kita akan naik lift menuju lantai 6 

Ceritanya bersambung yah, bayik udah banguuun.....